Jakarta, SinarUpdate.Com – Banjir kembali melanda Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, hingga membuat aktivitas lalu lintas lumpuh total. Air yang menggenangi badan jalan mencapai ketinggian hingga setengah meter, sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat kesulitan melintas. Warga dan pengendara imbau untuk menghindari area terdampak hingga kondisi normal kembali.
Petugas Suku Dinas Penanggulangan Bencana Jakarta Pusat beserta Dinas Perhubungan dan Satpol PP kerahkan untuk memantau kondisi banjir dan mengatur arus lalu lintas. Sementara itu, warga yang terdampak minta berhati-hati terhadap arus air yang deras dan potensi genangan listrik dari fasilitas publik.
Banjir di Jalan Gunung Sahari duga picu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta Pusat sejak pagi, sertai drainase yang tersumbat akibat sampah dan sedimentasi. Kondisi ini memperparah genangan dan menyebabkan kemacetan panjang di sekitar jalan protokol tersebut.
Dampak Banjir dan Kendaraan Lumpuh
Ketinggian air yang mencapai 50–60 cm membuat kendaraan, terutama mobil kecil dan motor, tak bisa melintas. Banyak pengendara terpaksa menepi dan mencari jalur alternatif. Arus lalu lintas di jalan penghubung menuju kawasan Tanah Abang dan Pasar Senen pun ikut terganggu.
Petugas BPBD dan Satpol PP mengevakuasi sebagian kendaraan yang terjebak di genangan. Tim darat juga melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk menyiapkan rambu sementara dan pengalihan lalu lintas. Sementara itu, beberapa warga memanfaatkan perahu kecil untuk mengevakuasi barang-barang dari rumah yang terdampak banjir.
Upaya Penanganan dan Normalisasi Jalan
Untuk menormalisasi Jalan Gunung Sahari, petugas melakukan penyedotan air menggunakan pompa portable dan membersihkan saluran drainase yang tersumbat. Selain itu, petugas juga memantau curah hujan di wilayah Jakarta Pusat untuk mengantisipasi potensi banjir susulan.
Pemerintah kota mengimbau masyarakat untuk selalu memantau update informasi melalui media resmi dan menghindari area terdampak. Bagi pengendara yang terpaksa melintas, sarankan menggunakan jalur alternatif seperti Jalan Raden Saleh, Jalan Kebon Bawang, atau Jalan Mangga Dua Raya untuk mengurangi risiko terjebak banjir.
Banjir di Jalan Gunung Sahari menjadi pengingat pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan drainase dan kesiapsiagaan menghadapi hujan deras. Kolaborasi antara pemerintah, petugas, dan masyarakat harapkan mampu meminimalisir dampak banjir dan memastikan arus lalu lintas kembali normal secepat mungkin.
Dengan penanganan cepat dan koordinasi antar-instansi, harapkan Jalan Gunung Sahari dapat kembali lalui kendaraan dalam beberapa jam ke depan, sementara warga tetap minta waspada terhadap potensi genangan susulan.





