Jakarta, SinarUpdate.Com – Meksiko sedang meninjau kemungkinan menghentikan pengiriman minyak ke Kuba akibat kekhawatiran terhadap potensi pembalasan dari pemerintahan Donald Trump di Amerika Serikat. Langkah ini muncul di tengah meningkatnya tekanan politik terkait hubungan Meksiko dengan negara-negara yang anggap sensitif secara geopolitik.
Menurut sumber diplomatik, pemerintah Meksiko mempertimbangkan implikasi ekonomi dan politik dari terus memasok minyak ke Kuba, termasuk risiko sanksi atau tekanan diplomatik dari AS. Hingga kini, keputusan resmi belum umumkan, tetapi diskusi internal intensif terus lakukan oleh kementerian terkait.
Langkah ini mencerminkan kehati-hatian Meksiko dalam menjaga keseimbangan hubungan internasional. Sementara Kuba masih menjadi mitra penting bagi suplai energi, Washington secara tegas mengawasi dan menentang aktivitas perdagangan yang anggap mendukung rezim Kuba.
Para analis menilai bahwa keputusan Meksiko dapat memengaruhi hubungan regional. Terutama dengan negara-negara Amerika Latin yang memiliki hubungan ekonomi dan politik erat dengan Kuba. Di sisi lain, menghentikan pasokan minyak juga dapat berdampak pada pasokan energi domestik Kuba. Yang selama ini bergantung pada impor dari mitra seperti Meksiko.
Pemerintah Meksiko menegaskan bahwa setiap keputusan akan mempertimbangkan kepentingan nasional. Stabilitas ekonomi, dan risiko politik. Dalam beberapa hari ke depan, kemungkinan akan ada pengumuman resmi setelah konsultasi antara Kementerian Luar Negeri, Kementerian Energi, dan pejabat terkait lainnya.
Situasi ini menjadi sorotan internasional karena menunjukkan bagaimana negara-negara. Di kawasan Amerika Latin menavigasi tekanan dari AS sambil mempertahankan hubungan bilateral yang strategis dengan Kuba. Meksiko kini berada di persimpangan antara kepentingan ekonomi dan dinamika geopolitik global.






