Jakarta, SinarUpdate.Com – Menteri Sosial (Mensos) mengungkapkan bahwa Presiden terpilih Prabowo Subianto telah menyatakan persetujuannya untuk memperluas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar menjangkau kelompok lansia dan penyandang disabilitas. Kebijakan ini pandang sebagai langkah penting dalam memperkuat perlindungan sosial dan memastikan kelompok rentan mendapatkan akses gizi yang layak.
Selama ini, Program MBG lebih banyak fokuskan pada anak-anak dan pelajar sebagai upaya membangun sumber daya manusia sejak dini. Namun, pemerintah menilai bahwa lansia dan penyandang disabilitas juga membutuhkan perhatian khusus, terutama terkait pemenuhan gizi harian yang berpengaruh langsung terhadap kesehatan dan kualitas hidup mereka.
Mensos menjelaskan bahwa perluasan program ini sejalan dengan visi Prabowo untuk membangun sistem kesejahteraan sosial yang inklusif. Menurutnya, pemenuhan gizi bagi lansia dan disabilitas tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga membantu mencegah berbagai penyakit kronis serta menekan beban biaya kesehatan jangka panjang.
Program MBG untuk lansia akan menyasar kelompok usia lanjut yang masuk kategori rentan, terutama mereka yang tinggal sendiri atau memiliki keterbatasan ekonomi. Sementara bagi penyandang disabilitas, program ini akan sesuaikan dengan kebutuhan khusus masing-masing individu agar manfaatnya benar-benar optimal.
Libatkan Care Giver untuk Pendampingan
Salah satu poin penting dalam perluasan Program MBG ini adalah pelibatan care giver atau pendamping. Mensos menegaskan bahwa keberadaan care giver sangat penting untuk memastikan makanan bergizi benar-benar terima, konsumsi, dan sesuai dengan kondisi kesehatan penerima manfaat.
Care giver akan berperan dalam mendampingi lansia dan penyandang disabilitas, mulai dari membantu proses makan. Memastikan menu sesuai dengan kebutuhan medis, hingga memantau kondisi kesehatan secara umum. Skema ini nilai efektif untuk mencegah bantuan yang tidak tepat sasaran atau tidak termanfaatkan secara optimal.
Pemerintah juga membuka peluang pelibatan masyarakat dan tenaga lokal sebagai care giver, yang sekaligus dapat menciptakan lapangan kerja baru. Dengan pelatihan yang tepat, para care giver harapkan mampu memberikan pendampingan yang profesional dan berkelanjutan.
Mensos menambahkan bahwa program ini masih dalam tahap pematangan konsep dan teknis pelaksanaan. Pemerintah akan melakukan kajian mendalam terkait anggaran, mekanisme distribusi, serta koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah agar pelaksanaannya berjalan efektif.
Para pengamat kebijakan sosial menilai langkah ini sebagai terobosan positif. Program MBG yang menyasar lansia dan disabilitas dengan dukungan care giver anggap mampu menjawab tantangan penuaan penduduk dan meningkatnya kebutuhan layanan sosial di Indonesia.
Dengan dukungan langsung dari Prabowo, pemerintah optimistis Program MBG dapat berkembang menjadi instrumen strategis dalam membangun kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Perluasan sasaran dan pendekatan berbasis pendampingan ini harapkan mampu memberikan dampak nyata. Terutama bagi kelompok yang selama ini paling membutuhkan perhatian negara.






