Home / Berita / Studi Patahkan Mitos Lelaki Berburu Perempuan Mengumpulkan

Studi Patahkan Mitos Lelaki Berburu Perempuan Mengumpulkan

Studi Patahkan Mitos Lelaki Berburu Perempuan Mengumpulkan

Jakarta, SinarUpdate.comStereotip bahwa lelaki berburu dan perempuan mengumpulkan telah lama menjadi pandangan umum dalam antropologi dan budaya populer. Namun, studi terbaru yang diterbitkan oleh tim peneliti internasional membantah pandangan ini. Penelitian menunjukkan bahwa baik lelaki maupun perempuan memiliki kemampuan fisik dan atletik yang sama-sama mumpuni untuk berbagai aktivitas bertahan hidup, termasuk berburu dan mengumpulkan sumber daya.

Para ilmuwan mengumpulkan data dari masyarakat pemburu-pengumpul di beberapa wilayah, menggunakan alat pengukuran fisik dan performa atletik. Hasilnya mengejutkan: aktivitas berburu dan mengumpulkan ternyata memerlukan kombinasi kekuatan, kecepatan, ketahanan, dan koordinasi motorik, yang miliki oleh kedua jenis kelamin dengan proporsi berbeda-beda, tetapi sama-sama signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa stereotip tradisional tidak dukung oleh bukti empiris. Dalam konteks masyarakat modern maupun purba, kemampuan fisik bukanlah monopoli satu jenis kelamin. Wanita yang mengumpulkan buah, sayuran, atau bahan makanan lain menunjukkan kesiapan fisik dan stamina setara dengan pria yang berburu.

Aktivitas Fisik Lelaki dan Perempuan Sama-sama Atletik

1. Keterampilan Atletik dalam Berburu dan Mengumpulkan
Penelitian menunjukkan bahwa berburu tidak selalu membutuhkan kekuatan ekstrem, tetapi juga strategi, kesabaran, dan ketahanan. Demikian pula, mengumpulkan bahan makanan memerlukan stamina, ketangkasan, dan kemampuan navigasi di medan sulit. Kedua aktivitas ini menuntut daya tahan kardiovaskular, kekuatan otot, dan koordinasi—baik untuk pria maupun wanita. Selain itu, peneliti menekankan bahwa peran gender dalam aktivitas purba sering dibesar-besarkan. Seringkali, lelaki dan perempuan bekerja sama, dengan pembagian tugas yang fleksibel tergantung kondisi lingkungan dan sumber daya yang tersedia. Dengan kata lain, stereotip “lelaki berburu, perempuan mengumpulkan” lebih banyak dorong oleh konstruksi sosial daripada fakta biologis atau fisik.

2. Dampak Studi terhadap Pemahaman Gender dan Fisik
Hasil penelitian ini memiliki implikasi penting bagi studi gender dan fisik. Menyadari bahwa lelaki dan perempuan sama-sama atletik membantu menepis bias gender dalam olahraga, pekerjaan fisik, dan pendidikan jasmani. Misalnya, program latihan atau pelatihan yang sebelumnya membedakan kemampuan fisik berdasarkan gender bisa dievaluasi ulang untuk memberikan kesempatan yang setara bagi semua peserta. Selain itu, pemahaman ini juga mendorong apresiasi terhadap kemampuan perempuan dalam konteks historis maupun modern. Wanita bukan hanya pendukung atau pelengkap, tetapi sama-sama berkontribusi dalam aktivitas fisik berat dan strategis. Hal ini dapat memengaruhi cara masyarakat melihat peran gender di berbagai bidang, dari olahraga hingga pekerjaan lapangan.

Studi terbaru membuktikan bahwa stereotip lelaki berburu dan perempuan mengumpulkan adalah mitos. Kedua jenis kelamin sama-sama memiliki kemampuan fisik dan atletik yang signifikan untuk bertahan hidup dan menghadapi tantangan lingkungan. Temuan ini tidak hanya relevan untuk antropologi dan sejarah, tetapi juga mendorong kesetaraan gender dalam berbagai aspek kehidupan modern. Lelaki dan perempuan sama-sama mampu melakukan aktivitas fisik berat, mengelola stamina, dan berkontribusi secara setara, baik dalam konteks tradisional maupun kontemporer.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *